Monday, June 08, 2009

Listrik dan Bahan Bakar Transportasi pada Pedesaan serta Pesisir

Melimpahnya cahaya matahari di negara tropis membuat negara agraris dengan perkebunan dan pertanian yang luas.

Masyarakat petani di pegunungan dan nelayan di pesisir, hidup dalam kedamaian dan ketenangan tanpa hiruk pikuk yang cepat seperti masyarakat kota.

Namun kini dunia semakin dekat, dengan Internet dan Pesawat Terbang dunia menjadi Global Village, Desa Global. Think Globally Act Locally menjadi tuntutan setiap saat.



Panel Surya untuk pembangkitan listrik

Bioethanol untuk transportasi

Panel Surya Hybrid Bioethanol
Panel Surya dilengkapi Hybrid Bioethanol untuk pembangkitan listrik sepanjang tahun sekitar mesjid.

Wallahu Alam B.

Saturday, May 23, 2009

Hemat Energi

"Kita masih memakai energi terlalu banyak untuk kegiatan-kegiatan yang kurang produktif. Kita masih memakai energi terlalu boros dibandingkan manfaat yang kita peroleh."

Membaca pernyataan itu, terlintas dalam benak saya dua surat yang sering dibaca oleh Umat Islam, yakni surat Yasin dan Al Waqiah. Sayang, kita hanya membacanya tanpa menghayati maksudnya, bahkan sebagian dari kita membacanya untuk tujuan yang tidak sesuai. Bukankan ada yang membacanya guna mendapat rezeki tanpa usaha ?

Kedua surat di atas berbicara tentang "pohon hijau" atau energi yang diperoleh melalui proses fotosintesis, yakni proses penggabungan secara biokimia oleh tumbuh-tumbuhan dengan menggunakan cahaya matahari. Pohon hijau adalah klorofil atau zat hijau daun dalam istilah ilmuan. Istilah Al Quran lebih tepat, karena zat itu tidak hanya terdapat pada daun tetapi seluruh pohon yang berwarna hijau. Begiyu kata ilmuan Muslim.

Dalam surat Yasin ayat 80, Allah menegaskan: "Dia yang menjadikan untuk kamu pohon hijau, maka serta merta kamu dapat membakar darinya." Dalam surat Al Waqiah ayat 73, setelah "menanyakan" siapa pencipta pohon hijau itu - apakah Allah atau manusia - ditegaskan bahwa pohon hijau atau energi itu "Kami jadikan sebagai peringatan serta bahan (bakar) untuk dimanfaatkan yang berjalan (dan berdiam di tempatnya)."

Bahwa ia dimanfaatkan untuk yang disebut di atas, jelas kebenarannya. Karena tidak satu pejalan pun - baik dengan kaki maupun dengan motor, di darat, laut, udara - yang tidak menggunakan energi, demikian pula yang diam ditempatnya. Tetapi bagaimana dengan peringatan itu ? Ayat di atas tidak menjelaskan, tetapi ketika sebelumnya berbicara tentang air, dinyatakan bahwa air tawar dapat beralih menjadi panas dan asin, karenanya, "tidakkah kamu mensyukurinya ?" demikian imbauan Al Quran.

Mensyukuri sesuatu adalah menggunakannya dengan baik, wajar, serta sesuai dengan tujuan ia diciptakan. Tuhan enggan disalahkan, enggan juga dinilai tidak mempersiapkan sumber daya alam yang memadai, "Dia telah menganugrahkanmu segala yang kamu butuhkan, Jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tidak mampu menghitungnya, sesungguhnya manusia sangat aniaya lagi sangat kufur (QS 14:34)".

Sunber daya alam itu melimpah, tidak dapat dihitung banyaknya, atau katakanlah tidak terbatas. Jika manusia merasakan keterbatasannya, maka itu karena dua kesalahan mereka, yaitu sikap aniaya dan sikap kufur. Boleh jadi ia bersikap aniaya terhadap sumber daya alam dengan cara memboroskan dan menyia-nyiakannya, juga terhadap orang atau makhluk lain dengan cara mengambil porsi mereka sehingga mengakibatkan tak ada pemerataan. Sedangkan kekufuran, antara lain, berarti tidak tampak ke permukaan. Bukankah kufur berarti "menutupi" ?

Pemborosan dilarang oleh agama. Bukan saja karena merugikan si pemboros, tetapi merugikan juga pihak lain. Karena itu, janganlah berkata kala ditegur : "Saya mampu membayar." Pemborosan dengan dalih kebajikan pun dilarang, "Tidak ada kebaikan di dalam pemborosan, tidak ada pula pemborosan walau dalam kebaikan." " Walau di sungai, jangan berwudhu secara berlebih-lebihan." begitulah sabda Nabi.

Disalin dan diedit dari
Lentera Hati
Karya Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, M.A.
Mizan, 1994

1994, 15 Tahun yang lalu Presiden Soeharto masih berkuasa, CPO dari Pohon sawit belum dimanfaatkan untuk menggantikan energi fosil yang tidak dapat diperbaharui. Indonesia dan Malaysia merupakan produsen CPO terbesar dunia yang bisa dikonversikan menjadi Biodiesel dan Biopremium yang lebih ramah lingkungan dan lagi dapat diperbaharui. Saatnya petani kopra di pesisir mengisi kebutuhan CPO dengan membuat minyak goreng jelantik, atau minyak kelapa dengan merek dagang Minyak Barco.

PT Indo Biofuels Energy, Green Energy
www.indobiofuels.com

Thursday, May 21, 2009

Kode 505 dan SOS

Asslm.Wr.Wb.

Teknologi penerbangan dan maritim kini semakin maju. Amerika Serikat sebagai negara adikuasa mempunyai perangkat dan teknologi satelit hingga kapal induk terdepan dalam teknologi.

Perkembangan teknologi telematika US Departement of Defence sudah mencapai teknologi jarak jauh untuk pengintaian. Salah satu teknologi yang dapat disimak adalah UAV, Unmanned Aircraft Vehicle yang dapat tinggal landas dan mendarat dari kapal induk dan operasi mengisi bahan bakar di udara. Teknologi ini mulai diteliti di Amerika Serikat sejak tahun 1970-an.

Fungsi yang sama dengan Pesawat Catalina, Pesawat pengintai yang dapat mendarat di kepulauan Indonesia, menjadi sarana ampuh untuk pengintaian dan penyelamatan.

505. Kode yang digunakan untuk UAV produksi Northrop Grumman X-47B UCAS. UCAS, Unmanned Combat Air System. Kode ini sama dengan Pesawat PBY-5A Catalina. Kode 505 selintas mirip dengan kode SOS bila pesawat bergerak cepat.





Meski secara kuantitas perangkat tempur Indonesia serba terbatas, masih ada yang bisa dibanggakan dari koleksi arsenal tempur TNI-AU kita. Pasalnya TNI-AU pernah menjadi operator pesawat intai ampfibi terpopuler sepanjang masa, yakni PBY-5A Catalina. PBY-5A Catalina adalah pesawat amfibi dengan dua mesin baling-baling buatan Pratt & Whitney. Menilik dari sejarahnya, Catalina pertama kali diluncurkan pada bulan Maret 1935, dan terus diproduksi hingga tahun 1940-an oleh perusahaan Consolidated Aircraft dan American Aircraft Manufactures.

Inilah tantangan rekayasa anak bangsa membangun Pesawat Amphibi. Pesawat ini efektif untuk pengintaian, drop logistik dan penyelamatan di 17.000 kepulauan Indonesia. Selain itu mendukung pembangunan pesisir karena dapat mendarat tanpa biaya pembuatan landasan di pesisir dan dapat terlibat pada pemadaman hutan dari danau dan laut sekitar.
Namun perlu dukungan Pertamina Tongkang untuk suplai bahan bakar di kabupaten pesisir terdekat.

Bila ada anak bangsa yang mempunyai pengetahuan material serat karbon, turbin pancar gas, peredam panas, teknologi telematika yang mumpuni, barulah bisa berbicara membuat UAV seperti X-47B. Namun rintisan dari rekan-rekan UAVIndo cukup membanggakan.

Wallahu Alam B.
Wass.Wr.Wb.

Sumber:

Northrop Grumman X-47B
http://www.youtube.com/watch?v=qbbMMAThTiY&feature=related

PBY-5A Catalina : Legenda Pesawat Intai Amfibi
http://indomiliter.wordpress.com/2009/02/03/pby-5a-catalina-legenda-pesawat-intai-amfibi

UAVIndo The Maker
www.uavindo.co.id