MELINTASI KURUN: 1991
Bagai perahu, kita melintasi selat itu dengan kecut
Mengarungi laut air mata luka di jalan raya,
Cinta yang koyak di hati kita
Dengan zig-zag,
bis bergerak mengatasi rasa takut melewati bayangan maut.
Tubuh siapa berdarah malam-malam di jalan raya?
Kita memandang gugup setiap cerita
dihadapan wajah-wajah yang menyebarkan
aroma maut.
Itu bukan malaikat, itu bukan malaikat, katamu
ia tidak membawa bedil untuk mencabut nyawa
Puisi Mustafa Ismail
MELINTASI KURUN: 1992
Siapakah malam-malam mengendap-endap di pinggir pantai.
Mereka bukan Nuh yang sedang bikin perahu.
Bukan Nuh
Sebuah liang, seram dan anyir, menimbun cinta dalam-dalam
Mereka membikin surga di tepi pantai,
Tempat menyimpan rasa sakit.
Juga keperihan.
Besok pagi, atau pada pagi-pagi yang lain,
Kita membuka-buka koran,yang basah kuyup oleh airmata
: masih ada yang hilang. Hilang !
Puisi Mustafa Ismail
MELINTASI KURUN: 1998
Kita ikuti sebuah upacara, di Agustus yang lain
tetapi siapakah yang merusak kebahagiaan
: menebar beling di jalanan,
membuat langit menyala, sejumlah orang terkapar
ada yang tak ingin kita kembali pulang.
Membangun rumah yang terbakar.
Lalu kita menyaksikan pesta-pesta yang penuh pura-
pura di kampung-kampung.
Membuat sungai kembali keruh dan berdarah.
Sawangan, 13 Oktober 2002
Puisi Mustafa Ismail
MELINTASI KURUN: 2002
Kita menyaksikan sepetak kebun yang dicangkul
untuk menanam cinta,
katamu dengan wajah memancarkan bulan empat belas,
mengembalikan malam-malam yang sakit,
juga siang yang tersungkur
Kita mulai satu perjalanan, didepan teungku kadi,
kau mengucapkan cinta dan aku mengucapkan setia
mulai hari ini seia-sekata, katamu,
dan aku mengangguk setuju,
ditengah riuh bahagia orang datang
Kita menyimpan potret lama, yang berdebu
juga berdarah di dinding.
sebuah jalan baru membentang.
Kita berpegangan tangan,
Mencangkul kebun, menyiram taman
Jangan panggil aku luka,
Sebut aku cinta, katamu
Sambil melambaikan selendang ke udara
Sawangan, 15 Juli 2003
Puisi Mustafa Ismail
Ditulis kembali di Komplek Kehakiman, PLGD-Rawamangun,JKTM
Dimutakhirkan di Komplek Walikota Jakarta Selatan,
Lahan eks pemakaman Muslim blok P.
Tuesday, May 06, 2008
SEKOLAH BERCAHAYA
Sekolah-sekolah menjadi kering di tengah banjir darah
yang menyertai sebuah peradaban jahiliyah
Mereka berada di sebuah lorong gelap
Tanpa bayangan, tanpa cermin tempat melihat dosa-dosa
Mereka butuh cahaya agar orang-orang
Melihat kuku mereka yang hitam
Dan taring-taring mengeluarkan darah
Mereka menari di bawah bahaya sekolah
Keringat bercucuran dan berubah banjir
Menggulung peradaban sampai ke akar-akarnya
Pagi hari mereka mandi
Dari tetes air mata
Siangnya mereka tertawa-tawa
Dan sore hari menyiapkan pesta lagi
Lhoksemawe, Agustus 2003
Puisi Ayi Jufridar
Ditulis kembali di Komplek Kehakiman, PLGD-Rawamangun, JKTM
Dimutakhirkan di Komplek Walikota Jakarta Selatan,
Lahan eks pemakaman Muslim blok P.
yang menyertai sebuah peradaban jahiliyah
Mereka berada di sebuah lorong gelap
Tanpa bayangan, tanpa cermin tempat melihat dosa-dosa
Mereka butuh cahaya agar orang-orang
Melihat kuku mereka yang hitam
Dan taring-taring mengeluarkan darah
Mereka menari di bawah bahaya sekolah
Keringat bercucuran dan berubah banjir
Menggulung peradaban sampai ke akar-akarnya
Pagi hari mereka mandi
Dari tetes air mata
Siangnya mereka tertawa-tawa
Dan sore hari menyiapkan pesta lagi
Lhoksemawe, Agustus 2003
Puisi Ayi Jufridar
Ditulis kembali di Komplek Kehakiman, PLGD-Rawamangun, JKTM
Dimutakhirkan di Komplek Walikota Jakarta Selatan,
Lahan eks pemakaman Muslim blok P.
Monday, March 17, 2008
75 Tahun Indonesia Merdeka Bercahaya
Ass.Wr.Wb.
Kilas balik...
Sudah 63 tahun Indonesia Merdeka,
Pembukaan UUD 45 ...
Atas Rachmat qJJ 1, Negara Indonesia bebas dari penjajahan dan mulai mengatur sendiri.
Pembukaan UUD `45...
Bagian yang direduksi penerapan syariat islam bagi penganut agama islam, muslimin dan muslimat...
Bagian ini direduksi oleh pendiri bangsa demi Negara Kesatuan.
Mengingat Negara baru berdiri, rapuh akan perpecahan dari dalam dan luar.
Batang Tubuh
Negara Indonesia adalah Negara Hukum
Penjelasan UUD
Negara Indonesia adalah Negara Hukum (Rachstaat) bukan negara atas kekuasaan.
Pegangan bagi muslimin-muslimat secara simbolik pada Dasar Negara, Ketuhanan Yang Maha Esa, Tiada Tuhan Selain qJJ 1 (Tauhid).
1999
Amandemen UUD RI
2008
63 th Indikator Kehidupan beragama maju ...
Kebebasan beribadah dan beragama dijamin Negara.
63 th Indikator Keadilan pada Negara Hukum ?
Negara dilibat penyakit korupsi kronis menahun.
63 th Indikator Ekonomi sudah maju ...
Infrastrukur maju, 2005-2008 didera bencana mulai mitigasi dan rehabilitasi infrastruktur.
Masih 12 tahun lagi, 75 th Indonesia Merdeka, seluruh Pedesaan di Indonesia mendapatkan Cahaya Listrik PLN, bisa dipercepat dengan Solar Cell (Bangladesh) dan Microhidro.
Mari kita lihat model Penerapan Islam di Nangroe Aceh Darussalam, di 75 tahun Indonesia Merdeka.
Wabillahi Taufik Wal Hidayah.
Waallahu Alam B.
Semoga Berguna,
Wass.Wr.Wb.
Tulisan ini di tampilkan di Milis AlumniIAITB, 17 Maret 2008, sebagai masukan pada diskusi seputar penerapan Syariat Islam di Nangroe Aceh Darussalam.
Kilas balik...
Sudah 63 tahun Indonesia Merdeka,
Pembukaan UUD 45 ...
Atas Rachmat qJJ 1, Negara Indonesia bebas dari penjajahan dan mulai mengatur sendiri.
Pembukaan UUD `45...
Bagian yang direduksi penerapan syariat islam bagi penganut agama islam, muslimin dan muslimat...
Bagian ini direduksi oleh pendiri bangsa demi Negara Kesatuan.
Mengingat Negara baru berdiri, rapuh akan perpecahan dari dalam dan luar.
Batang Tubuh
Negara Indonesia adalah Negara Hukum
Penjelasan UUD
Negara Indonesia adalah Negara Hukum (Rachstaat) bukan negara atas kekuasaan.
Pegangan bagi muslimin-muslimat secara simbolik pada Dasar Negara, Ketuhanan Yang Maha Esa, Tiada Tuhan Selain qJJ 1 (Tauhid).
1999
Amandemen UUD RI
2008
63 th Indikator Kehidupan beragama maju ...
Kebebasan beribadah dan beragama dijamin Negara.
63 th Indikator Keadilan pada Negara Hukum ?
Negara dilibat penyakit korupsi kronis menahun.
63 th Indikator Ekonomi sudah maju ...
Infrastrukur maju, 2005-2008 didera bencana mulai mitigasi dan rehabilitasi infrastruktur.
Masih 12 tahun lagi, 75 th Indonesia Merdeka, seluruh Pedesaan di Indonesia mendapatkan Cahaya Listrik PLN, bisa dipercepat dengan Solar Cell (Bangladesh) dan Microhidro.
Mari kita lihat model Penerapan Islam di Nangroe Aceh Darussalam, di 75 tahun Indonesia Merdeka.
Wabillahi Taufik Wal Hidayah.
Waallahu Alam B.
Semoga Berguna,
Wass.Wr.Wb.
Tulisan ini di tampilkan di Milis AlumniIAITB, 17 Maret 2008, sebagai masukan pada diskusi seputar penerapan Syariat Islam di Nangroe Aceh Darussalam.
Subscribe to:
Posts (Atom)