Showing posts with label pertanian. Show all posts
Showing posts with label pertanian. Show all posts

Monday, April 26, 2010

Hujan dan Berkah Sungai

Indonesia yang diliputi 4/5 lautan merupakan potensi sumber uap air dari awan yang mengarak hujan di pegunungan. Hujan terbentuk dipegunungan-pegunungan yang dingin dan lembab. Manusia hanya bisa memprakirakan terjadinya hujan di suatu wilayah, namun kekuasaan mendatangkan hujan kuasa Allah. Tampak langit gelap, harapan akan turun hujan namun angin yang kuat membuyarkan kumpulan awan, hujan hanya rintik-rintik. Namun ada kalanya langit gelap dan hujan turun dengan lebatnya.

Bila kita memperhatikan ayat Al Quran, Surat Fathir Ayat 9 dan 10



9. Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin maka digerakkannya angin, lalu kami halaukan dia ke negeri yang mati, maka Kami hidupkanlah dengan dia bumi itu sesudah matinya. Demikian jugalah kebangkitan itu.



10. Maka barangsiapa yang ingin kemuliaan, maka bagi Allahlah kemuliaan itu seluruhnya. KepadaNyalah akan meningkat perkataan-perkataan yang baik, dan amal yang shalih akan mengangkatnya. Dan orang-orang yang merencanakan yang jahat-jahat untuk mereka azab yang sangat, sedang rencana kejahatan mereka itu, itulah yang akan hancur lebur.

Selanjutnya Tuhan menjelaskan salah satu dari nikmat yang banyak itu:
"Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin maka digerakkanNyalah awan." (pangkal ayat 9). Angin berhembus keras dan pada hembusan angin itu timbullah awan-awan bergumpal-gumpal. Lama-lama dia pun menjadi lebih tebal, dengan putaran dan hembusan angin tertentu. Digerakkanlah awan yang tebal-tebal dan sarat dari sebab dia telah mengandung air yang kelak akan turun menjadi hujan. "Lalu kami halau dia ke negeri yang mati." Artinya negeri yang telah kering rumputnya, layu daun-daunnya dan gersang tanahnya karena telah lama hujan tidak turun, sehingga samalah dengan negeri yang mati. Karena hidupnya suatu negeri dijamin oleh teraturnya turun hujannya, baik yang mengalir di muka bumi membasahi permukaan bumi atau yang mengalir dalam sungai-sungai menuju laut atau yang membenam ke dasar bawah bumi untuk persediaan sumur. "Maka kami hidupkanlah dengan dia bumi itu sesudah matinya." Dengan jatuhnya hujan bumi kembali subur, kembali hidup, kembali bergerak. Kelihatan saja di mata bagaimana segarnya bumi yang kering itu beberapa saat saja sesudah turun hujan.

Di akhir ayat diisyaratkan oleh Tuhan: "Demikian jugalah kebangkitan itu." (ujung ayat 9).

Ditegaskan diujung ayat bahwa kebangkitan di hari kiamat kelak sama jugalah halnya dengan bumi yang telah mati itu hidup kembali karena telah disiram air hujan. Demikian juga kelak bila panggilan serunai sangkakala hari kiamat telah datang, orang-orang yang telah mati walaupun beribu-ribu tahun, akan bangun kembali.

[ Disalin dari Tafsir Al Azhar, Prof. HAMKA, surat Al Fathir ayat 9-10, Juz 22, hal 216-217, Penerbit Panjimas, Jakarta 1982 ]


Ilustrasi
Terbentuknya hujan dan air segar


Multimedia Interaktif Daerah Aliran Sungai

Hutan-hutan di pegunungan menampung air hujan dimuka bumi, mengalirkan air sungai yang bening dan membenam kedasar bumi untuk persediaan sumur dan membentuk telaga-telaga. Bila hutan-hutan ditebangi dengan berlebihan akan menimbulkan cepatnya laju air permukaan, mengerus bunga tanah subur, menimbulkan erosi sepanjang DAS, air sungai tidak lagi bening, namun berwarna coklat tanah, keruh. Terjadi pendangkalan sungai dan berakibat banjir.

Banjir di Bale Endah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat adalah salah satu contoh karena penebangan hutan di kawasan Lembang dan Ciwidey, air berwarna coklat keruh karena erosi sepanjang DAS. Sementara di musim kemarau, berwarna biru pekat mendekati hitam karena polusi dari Sentra Industri di Rancaekek dan Cimahi serta limbah rumah tangga yang tersebar. Polusi ini mencemari sumber air di PLTA Saguling. Limbah sentra industri yang letaknya mengelompok dapat dikoordinasikan untuk membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu. Sementara limbah rumah tangga yang tersebar dimana-mana perlu dibangun septic tank komunal oleh pemerintah dan masyarakat berpartisipasi menjaga dan memeliharanya untuk meningkatkan mutu sanitasi lingkungan.

Citarum Hulu Ibukota Bandung

Manusia berusaha menjaga kebeningan air dan ketersediaanya sepanjang tahun dengan sistem irigasi. Salah satu bentang sistem irigasi, Selokan Mataram yang menghubungkan Kali Progo dan Kali Opak, Yogyakarta. Selain sebagai irigasi pertanian namun menjadi bentang buatan hulu ini mencegah banjir di Ibukota Yogyakarta.

Selokan Mataram Ibukota Yogyakarta

Air mengalir dari hulu ke hilir. Usaha manusia mencegah banjir dihilir dengan membuat banjir kanal. Banjir kanal ini berfungsi utama sebagai jalur saat banjir dimusim hujan dan sebagai tabungan air di musim kemarau. Penanaman pohon-pohon hijau sepanjang banjir kanal dapat menyegarkan lingkungan dan menjaga kelembaban dan temperatur lingkungan sepanjang banjir kanal.

Banjir Kanal Ibukota Semarang

Untuk mencegah tercemarnya persediaan air dari limbah domestik dan rumah tangga perlu dibangun IPAL komunal dan septiktank komunal. Air yang bersih dan bening mempunyai nilai ekonomis sebagai air baku. Air yang keruh dan berpolusi hanya sebagai air gelontoran.

Banjir Kanal Ibukota Jakarta

Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Jawa meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur, menjadi sumber kehidupan sepanjang Bantaran Bengawan Solo, pertanian, perikanan serta kehidupan kota dan kabupaten. Di hulu dibendung oleh Bendungan Wonogiri, Kedung Ombo, Dengkeng Dam dan di hilir Babat Barage sebagai pengendali banjir dan irigasi.

Bengawan Solo

informasi lengkap dapat dibaca di:
Pengelolaan Wilayah Sungai Bengawan Solo
Semoga bermanfaat.
Wallahu Alam B.
Wass.Wr.Wb.

Thursday, April 30, 2009

Bank Syariah dan Bank Konvensional Riba

Menurut Al-Qur’an :
Dalam Al-Qur’an ( Alquran ) ayat-ayat tentang “Riba” hanya terulang 8 kali dengan arti yang bervariasi :

(1) Orang-orang yang makan riba,tidak dapat berdiri melainkan seperti orang kemasukan Setan,lantaran tekanan penyakit gila. Keadaan mereka lantaran berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.(QS.al-Baqarah 275).Dalam ayat 275 ini tiga kali disebut riba. Menurut Tafsir Departemen Agama, Riba itu ada dua,Nasiah dan Fadhl. “Nasiah” ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang meminjamkan. ”Fadhl” ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis.Riba yang dimaksud pada ayat ini ialah Nasiah yang berlipat ganda yang dipraktekkan dizaman Jahiliyah. (hal.69).

(2) Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sadakah (QS.al-Baqarah 276).

(3) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba(yang belum dipungut), jika kamu orang-orang beriman (QS.al-Baqarah 278).

(4) Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungghunya mereka telah dilarang daripadanya (QS.al-Nisa 161).

(5) Hai orang-orang beriman,janganlah kamu makan riba dengan berlipat ganda(QS.Ali Imran 13O).Yang dimaksud dalam ayat ini adalah riba Nasiah (hal.97).

(6) Dan sesuatu riba (tambahan)yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah disisi Allah (QS.al-Rum 39).

http://islam-itu-indah.blogspot.com/2007/11/riba-dalam-perspektif-al-quran.html


Allah menyuburkan sedekah dan mengharamkan riba, mereka mengatakan bahwa riba sama dengan jual beli namun Allah menyatakan sadakah, pemberian dana bergulir menyuburkan perekonomian, sementara uang tidur yang diambil bunganya setiap 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan menguntungkan bagi nasabah bila bunga diatas 10% tetapi merugikan jasa keuangan, Bank karena negatif spread. Sementara bila bunga dibawah 10% nasabah relatif kecil keuntungannya tetapi Bank harus lebih banyak bergerak untuk memonitoring perputaran uang disektor riil.

Permainan persentase yang berpangkat2 ini yang menjerat penghutang tidak bisa lepas dari hutang, proses perdagangan akrab dengan untung dan rugi. Tak ada seorangpun yang mengharapkan perniagaan yang merugi, tetapi faktor kerugian dapat saja terjadi. Faktor bahan bakar, listrik, infrastruktur, keausan mekanis, fenomena elektromagnetis, faktor alam, merupakan bilangan imaginer yang merupakan faktor yang mempengaruhi usaha produksi dan perdagangan. Kesemuanya itu faktor alamiah disertai faktor manusia senang, sakit, sedih, suka, pendidikan, kesehatan, pendapatan dan berbagai kebutuhan mempengaruhi faktor produksi.

Bagi ummat beriman yang mengenal kehidupan didunia dan diakhirat. Kehidupan kita tidak dihabiskan didunia, berbekal didunia dan diakhirat menjadi dorongan agama Islam untuk membentuk ummat yang kuat dan saling membantu, gotong royong, takaful dalam hal kebaikan dan ketakwaan dalam upaya memakmurkan dunia dan menjadi bekal amal shaleh di hari akhir.

Zakat dan sadakah adalah pemberian dari seseorang kepada orang lain tanpa syarat apapun dari penerima. Sedangkan perbedaan anatar zakat dan sadakah bahwa zakat adalah batas minimal dari pemberian yang diwajibkan dalam Islam atau minimal dari kewajiban bersadakah. Karena itu, ketika Allah mengawali ayat al-Qur’an menegenai kewajiban zakat memakai lafazd “inama al-shadaaqatu”. Redaksi ini dapat dipahami bahwa zakat merupakan salah satu bentuk sedakah.

Karena itu terma sadakah merupakan kata umum yang juga mencakup sadakah. Oleh karena itu batas zakat dapat dilampaui batas minimu ke arah negatif dengan sedekah dan pemberian lain.

Sebagai contoh. Mari kita perhatikan kelanjutan dari ayat “inama al-shadaqatu li al-fuqaraa…”yang dimaksud dengan fakir disini adalah mereka yang tidak mampu melakukan transaksi ekonomi apapun, atau tidak mampu melunasi bentuk pinjaman harta selunak apapun dalam sistem perekonomian yang berlaku. Untuk kelompok inilah berlaku ayat Allah

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sadakaqah”. Karena kelompok ini tidak mampu melakukan transaksi dalam bentuk apapun. Mereka berhak menerima harta pemberian bukan pinjaman. Adapun ujrah pemberian itu adalah pahala dari Allah. Begitu juga dengan ayat “orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan…” (al-Babaqarah: 25), al-Baqarah: 279 “jika kamu tidak mengerjakan (meniggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu”. Konteks ayat ini berlaku pada kondisi pertama yaitu pengalihan pinjaman berbungan kepada mereka yang fakir (Syahrur: 2004. 49).

Kondisi pendistribusian modal kepada golongan kedua yaitu mereka yang mampu mengembalikan pokok modalnya saja tanpa bunga sama sekali maka bentuk pemberian itu berada pada garis netral (titik nol). Krisis global seperti sekarang ini pemerintah mesti memberi stimulus (buil out) kepada sektor rill mikro yang tersandera, terseret dalam arus global yang tidak berujung. Agar mereka mampu menghidupkan aktifitas ekonomi sehingga terhindar dari resesi ekonomi. Pemberian dana talangan tanpa biaya ini (bunga) khusus pada sektor rill usaha kecil. Pinjaman ini dinamakan sebagai Qard Hasan yaitu pinjaman tanpa bunga. Kondisi ini digambarkan dalam al-Qur’an dalam surat al-Baqarah ayat: 279: “Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganianya dan tidak pula dianiaya”. Ini adalah batas maksimum pengalihan yang dapat dilakukan kepada kelompok kedua, sebaiknya disedekahkan. Karena itu sebenarnya lebih utama kepada mereka diberikan sadakah bukan pinjaman tanpa bunga QS. al-Baqarah. 280: “Dan menyedekahkan (sebahagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

http://id.acehinstitute.org/index.php?option=com_content&view=article&id=349:maslahah-a-sistem-distribusi-modal-alternatif-dalam-teori-syahrur-&catid=13:syariat-islam&Itemid=26

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
QS. Al Baqarah : 261

http://www.satubenih.blogspot.com/

Umpamanya orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah seperti pohon yang bercabang tujuh, setiap cabangnya berbulir 100 bulir. Setiap benih yang disemai, ditanam, dirawat, dipelihara dan dijaga dari hama dengan waktu tertentu panen mendapatkan hasil 700 kali setiap pohonnya, bagaimana bila berhektar-hektar lahannya. Banyak energi yang digunakan untuk panen, pengolahan paska panen, penyimpanan persediaan, penyimpanan untuk perdagangan, transportasi panen, perdagangan, pengolahan bahan makanan untuk perdagangan dengan jangka waktu 6 bulan hingga satu tahun. Waktu dan daya manusia bersinergi membangun usaha dalam rantai hubungan kerjasama yang menguntungkan, dari penanam hingga konsumen diperkotaan.

Analogi yang sama dengan perkebunan coklat, kopi, teh, tebu, karet, kopra dan sawit.

Abstrak untuk pengelola ikan di lautan, di lautan gelombang besar perahu cadik dipersiapkan dengan baik dengan solar 'marine' yang cukup, umpan, jaring, es dan perlangkapan penyimpanan ikan agar tetap segar dipersiapkan beberapa hari sebelumnya. Saat berangkat mempersiapkan doa, agar lancar dalam perjalanan dan tidak terkena gangguan cuaca, berbekal GPS dan Radio dari BMG menjelajahi lautan lepas, dengan bantuan satelit terdeteksi kumpulan ikan yang biasanya berkumpul di pertemuan arus dingin dan panas yang kaya perputaran plankton dari dasar laut, ini mudah dideteksi oleh satelit. Berbekal GPS dan panduan satelit lebih mudah menuju sasaran kumpulan ikan di lautan luas.

Allah yang menguasai langit dan bumi dan diantaranya, bila terjadi perubahan cuaca dan angin yang kencang tampaklah betapa lemahnya manusia dan kapal yang ditumpanginya ditengah kekuasaan Allah, hati yang padu antara awak kapal dan pelaksana tetap dilindungi oleh Allah, dirahmati diperjalanan dan mendapatkan hasil tangkapan yang cukup untuk keluarga dan disimpan untuk perdagangan 3, 6 bulan hingga 1 tahun mendatang menjadi bagian industri kelautan.



Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
tiada badai, tiada topan kau temui
ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
tiada badai, tiada topan kau temui
ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman




abstrak untuk sektor properti
low risk, medium risk 12 jam, high risk 24 jam.

abstrak untuk sektor industri energi
yang medium risk, high risk 1 tahun x 24 jam

abstrak untuk sektor industri dasar, metalurgi
medium risk dan high risk

abstrak untuk sektor jasa transportasi


Selamat Milad Bank BNI 46 Syariah,
Jalan Jendral Sudirman Kav 1