Showing posts with label jerussalem. Show all posts
Showing posts with label jerussalem. Show all posts

Tuesday, December 30, 2008

Madinah, Jerussalem dan BBM

Asslm.Wr.Wb.

Bulan Muharram merupakan bulan suci bagi Umat Islam, di mulai dengan hijrahnya Rasullulah dari Mekah menuju Yastrib (rusak, celaka, caci maki), yang diubah namanya menjadi Madinah Al Munawarah, kota yang mendapat cahaya. Kota yang memjadi awal terbentuknya Peradaban dan Pemerintahan Islam yang bersumberkan pada Al Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW.

General Purpose, Civilian Jeep, Palestine Liberation Organization

Tetapi, di awal tahun ini, di Bulan Suci Muharram dinodai dengan pembunuhan massal penduduk sipil dan militer Hamas Palestina, di wilayah Gaza yang di Invasi Israel sejak 1947.
Tercatat 680 orang korban sipil tewas, anak-anak, remaja, perempuan, ibu-ibu dari serangan udara dan darat mendadak dan terencana secara militer tersebut. (8 Januari 2009). Turut berduka atas syuhada dan korban yang meninggal, sesudah tekanan BBM yang naik tinggi karena permainan harga diluar kendali kartel OPEC.


Berikut tulisan mengenai awal bulan tahun Hijriah, Bulan Suci Muharram dikutip dari http://abuzubair.wordpress.com

Empat bulan Suci, Al Asy Hurl Hurum

Al Asy Hurul Hurum adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Bulan-bulan ini di istimewakan oleh Allah Ta’ala dengan kesuciannya dan Dia menjadikan bulan-bulan ini sebagai bulan-bulan pilihan di antara bulan yang ada. Allah Ta’ala berfirman:



“Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram…” (QS. At Taubah:36)

Bulan Muharram

Di antara keutamaan dan keberkahan bulan ini, sebagaimana yang tercantum dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wassalam bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa yang jatuh pada) bulan Allah, (yaitu) Muharram…” (HR. Muslim)

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Nabi Shalallahu ‘Alahi Wassalam menamakan Muharram dengan bulan Allah (syahrullaah). Penisbatan nama bulan ini dengan lafazh ‘Allah’ menunjukkan kemuliaan dan keutamaan bulan ini, karena sesungguhnya Allah tidak menyandarkan (menisbatkan) lafazh tersebut kepada-Nya kecuali karena keistimewaan dan kekhususan yang dimiliki oleh makhluk-nya tersebut dan seterusnya. (Laatha if al Ma’aarif).



Sebagian ulama memberikan alasan yang mengaitkan tentang keutamaan puasa pada bulan ini. Maksudnya, bahwa sebaik-baik bulan untuk melakukan puasa sunnat secara penuh setelah bulan Ramadhan, adalah Muharram. Karena berpuasa sunnat pada sebagian hari, seperti hari ‘Arafah atau enam hari di bulan Syawal lebih utama (afdhal) daripada berpuasa pada sebagian hari-hari bulan Muharram. (Laatha if al Ma’aarif)

Diantara keberkahan bulan Muharram berikutnya, jatuh pada hari kesepuluh, yaitu hari ‘Asyura. Hari ‘Asyura ini merupakan hari yang mulia dan penuh berkah. Hari ‘Asyura ini memiliki kesucian dan kemuliaan sejak dahulu. Dimana pada hari ‘Asyura ini Allah Ta’ala menyelamatkan seorang hamba sekaligus Nabi-Nya, Musa ‘Alaihis Salam dan kaumnya serta menenggelamkan musuhnya, Fir’aun dan bala tentaranya. Sesungguhnya Nabi Musa ‘Alaihis Salam berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukurnya kepada Allah. Sedangkan orang-orang Quraisy di zaman Jahilliyah juga berpuasa pada hari ini, begitu juga Yahudi. Mereka dulu berpuasa pada hari ‘Asyura. Berdasarkan pendapat kebanyakan ulama, puasa ini pada mulanya wajib bagi kaum muslimin sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, kemudian (berubah) menjadi sunnah. Sebagaimana yang tedapat dalam ash Shahihain dari ‘Aisyah radhiallahu anha, ia berkata:

“Dahulu orang-orang Quraisy berpuasa ‘Asyura pada zaman Jahilliyah. Dan Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wassalam sendiri juga berpuasa ‘Asyura. Ketika beliau hijrah ke Madinah, beliau terus melaksanakan puasa ‘Asyura, dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa. Lalu ketika diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan, beliau bersabda:’Barangsiapa yang mau berpuasa ‘Asyura, berpuasalah dan barangsiapa yang ingin meninggalkannya, tinggalkanlah.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan juga tertera dalam ash Shahihahin dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu anhuma, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wassalam datang ke Madinah dan beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wassalam bertanya pada mereka, “Hari apakah ini, yang kalian berpuasa di dalamnya?” Mereka menjawab: “Ini adalah hari yang agung, pada hari inilah Allah menyelamatkan Musa ‘Alaihis Salam dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya. Maka Musa berpuasa pada hari ‘Asyura ini sebagai tanda syukurnya.” Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wassalam bersabda: “Maka, kami lebih berhak terhadap Musa ‘Alaihis Salam dan lebih diutamakan daripada kamu sekalian.” Lalu Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wassalam berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan kaum muslimin agar berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan puasa pada hari ini memiliki keutamaan yang besar, dimana puasa ini dapat meleburkan dosa-dosa setahun yang lalu, sebagaimana tertera dalam Shahih Muslim, dari Abu Qatadah al Anshari radhiallahu anhu. Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wassalam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, maka beliau bersabda, “Dia akan menggugurkan (dosa-dosa) setahun yang lalu.” (HR. Muslm)

Sebagian ulama berpendapat sunnah berpuasa pada hari kesembilan bersamaan dengan hari kesepuluh karena Nabi Shalallahu ‘Alahi Wassalam berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat akan berpuasa pada hari kesembilan. Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Barangkali sebab dari puasa dua hari ini agar tidak tasyabbuh (serupa) dengan Yahudi yang berpuasa hanya di hari kesepuluh.” (Syarhun Nawawi li Shahih Muslim)

Tidak ada lagi yang disyari’atkan pada hari ‘Asyura ini selain puasa. Namun sebagian orang mengada-adakan perkara baru (bid’ah) yang tidak ada dasarnya sama sekali, atau hanya bersandar pada hadits-hadits maudhu’ (palsu) atau hadits-hadits dha’if (lemah). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan beberapa perkara mungkar, yang diada-adakan oleh ahlul ahwaa’ (pengikut hawa nafsu), yaitu kaum Rafidhah yang pada hari ‘Asyura pura-pura haus dan sedih, serta perkara-perkara baru lainnya yang tidak disyari’atkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Dan tidak pula dilakukan oleh seorang pun dari generasi Salaf dan dari ahli Bait Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wassalam maupun dari yang lainnya. Sesungguhnya musibah terbunuhnya al Husain bin Ali bin Abu Thalib pada hari ‘Asyura ini, wajib disikapi seperti penyiikapan terhadap berbagai musibah dengan mengembalikannya kepada penyikapan yang disyari’atkan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga menyebutkan bahwa sebagian orang mengada-adakan perkara baru (bid’ah) dalam masalah ini dengan bersandar pada hadits-hadits palsu yang tidak berdasar seperti fadhilah mandi pada hari ‘Asyura, bercelak atau berjabat tangan, atau menampakkan rasa senang dan bahagia, dan meluaskan nafkahnya pada hari itu. (lihat Iqtidhaa-ush Shiraathil Mustaqiim li Mukhaalafatil Ash haabil Jahiim).

http://abuzubair.wordpress.com/2007/07/30/makna-kesucian-dari-bulan-bulan-haram-al-asy-hurul-hurum

Wa Allahu 'Alam B.
Wass.Wr.Wb.

Tuesday, November 11, 2008

Floating Mosque

” Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah ’Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".
(QS Hud :7)

Istana Allah, Arasy berada di atas air, Dia menciptakan langit dan bumi dalam proses selama 6 hari.

Mesjid Istiqlal dengan Telaga Ciliwung



Manusia, makhluk Allah yang berhasil mengikuti kebesaran Illahi dengan membangun istana di atas air adalah Nabi Sulaiman A.S. Istana itu dibangun di Kota Suci Tiga Agama, Jerussalem.

Kompleks Istana Nabi Sulaiman A.S.


Kuil Sulaiman memiliki teknologi yang paling maju saat itu dan memiliki rasa keunggulan dalam pemahaman keindahan. Gambar diatas menunjukan pusat kota Jerusalem selama masa pemerintahan Nabi Sulaiman.
1)Pintu Barat daya. 2).Istana Ratu 3).Istana Sulaiman. 4).Pintu gerbang dengan 32 pilar. 5). Gedung pengadilan. 6). Hutan Libanon. 7). Kediaman pendeta tingkat tinggi. 8).Pintu masuk ke kuil. 9). Lapangan alun-alun dari Kuil. 10).Kuil Sulaiman

Sampai saat ini belum didapatkan bukti arkeologi tentang Istana Nabi Sulaiman, kolam air dengan lantai transparan, literatur mencatat tentang istana di atas air dengan lantai kaca transparan dapat dibaca di Al Quran.

Dikatakan kepadanya : " Masuklah ke dalam istana. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya". Berkatalah Sulaiman : " Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca" Berkatalah Balqis :"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam"."(QS An Naml 44)


Istana Nabi Sulaiman disebut dengan "Solomon Temple/Kuil Sulaiman" dalam literatur bangsa Yahudi. Saat ini, hanya "Tembok sebelah Barat" yang tersisa dari bangunan kuil atau istana yang masih berdiri, dan pada saat yang bersamaan tempat ini dinamakan "Tembok Ratapan/Wailing Wall" oleh orang Yahudi.

Mesjid Umar dan Istana Sulaiman


Alasan mengapa istana ini, sebagaimana banyak tempat lain yang berada di Jerusalem kemudian dihancurkan adalah dikarenakan tindakan jahat serta kesombongan dari bangsa Yahudi. Hal ini diberitahukan oleh Al QurĂ¡n sebagai berikut :

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana ".

" Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai ".
(QS al Isra 4-7)

Mesjid di Jeddah (Rumah Nenek Moyang Siti Hawa)




Floating Mosque Dubai, Insya Allah Open Januari 2010



Mesjid Terapung di Selat Malaka


Mesjid mengapung di air terdapat di Jeddah, Dubai, Malaka dan Kuala Trengganu.
Tiga mesjid di atas air laut, Jeddah, Arab Saudi; Dubai, UAE; Selat Malaka, Malaysia; dan satu Mesjid mengapung di atas air tawar di Kuala Trengganu, Sabah, Malaysia.

Mesjid Tengku Tangah Zaharah, Trengganu


Mesjid Tengku Tangah Zaharah, Trengganu


Mesjid yang mendekati istana di atas air tawar adalah Mesjid Kuala Trengganu, Sabah, Malaysia. Mesjid Tengku Tengah Zaharah. Mesjid ini mendapatkan anugerah Aga Khan untuk karya Arsitektur pada tahun 1994, Arsitek Raja Bahrin Shah (Seni Bahri Arkitek). Mesjid ini dapat menampung 800 hingga 1000 jamaah dan air tawar mengalir dibawahnya.

Mesjid ini didirikan oleh Sultan Trengganu. Namun keramik gelas untuk lantai, kaca yang transparan belum diterapkan di Malaysia.



Plexyglas di Jerussalem


Plexiglas Lantai Okinawa


Plexiglas Seaworld


Plexiglas and Water Artist Jerman


Bahan transparan yang kuat akan beban dan tekanan adalah plastik acrylic yang disebut plexiglas. Bahan ini dapat digunakan sebagai atap, jendela dan lantai yang transparan.

Apakah ada yang berniatkan untuk mewakafkan lahan untuk membangun mesjid ?

Mesjid yang dibangun diatas telaga tawar, mengalir dan disaring agar jernih, sepanjang koridor dibangun lantai transparan dari plexiglas. Untuk di dalam mesjid kombinasi plexiglas transparan dan lantai kayu agar menambah konsentrasi saat shalat, akan kebesaran Illahi.

Wallahu a'lam Bishshawab.