Wednesday, October 27, 2004

APBD DKI Tahun 2005 Rp. 13,93 Triliun

APBD DKI Tahun 2005 Rp 13,93 Triliun


Pemerintah Propinsi DKI Jakarta akan meningkatkan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) tahun anggaran 2005 menjadi Rp 13,93 triliun dari sebelumnya yang hanya sebesar Rp 12,26 triliun tahun 2004. Peningkatan untuk anggaran 2005 ini diharapkan akan mampu meningkatkan investasi masyarakat dan dunia usaha. Selain itu, peningkatan APBD ini akan membuka peluang berinvestasi dari Pemda DKI sehingga diharapkan akan mempu mendorong masyarakat untuk berinvestasi serta dunia usaha.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur DKI Fauzi Bowo saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Sutiyoso di depan rapat paripurna DPRD DKI Senin (25/10) kemarin dengan agenda Penyampaian Raperda tentang Rencana Pembangunan Tahunan daerah (Repetada) Propinsi DKI Jakarta 2005. Dalam laporan Repetada DKI tahun 2005 tersebut juga terungkap rencana Pemprop DKI Jakarta untuk meningkatkan penerimaan dari sektor Penerimaan Daerah yang berasal dari Penerimaan Asli Daerah (PAD), Bagi Hasil Pajak dan Dana Perimbangan Daerah, dimana untuk Penerimaan Daerah 2005 ditargetkan sebesar Rp 11,78 triliun dengan rincian PAD 2005 sebesar Rp 6,64 triliun, Dana Perimbangan Rp 4,94 triliun dan Lain-lain Pendapatan Rp 192,3 miliar.

Sedangkan untuk pos Belanja Daerah tahun 2005 akan dianggarkan sebesar Rp 13,84 triliun terdiri dari belanja program prioritas (dedicated program) Rp 2,82 triliun, fixed cost Rp 4,67 triliun, variabel cost Rp 6,35 triliun.

Sementara untuk tahun 2005 mendatang, Pemprop DKI, menurut Fauzi, akan mengalokasikan anggaran untuk 13 kegiatan antara lain, penyelesaian program busway koridor II (Pulogadung-Harmoni) dan III (Harmoni-Kalideres) dengan alokasi anggaran Rp 515 miliar.

Selanjutnya pengalokasian anggaran sebesar Rp 450 miliar untuk proyek Banjir Kanal Timur (BKT) sehingga diharapkan pada 2007 nanti sudah selesai dikerjakan. Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) untuk tahun 2005 dianggarkan sebesar Rp 267 miliar untuk seluruh kelurahan di Jakarta. Sehingga untuk PPMK tahun 2005 setiap kelurahan di Jakarta akan mendapat Rp 1 miliar.

Pemprop DKI menurut Fauzi juga akan menganggarkan pembangunan rumah susun (rusun) sebesar Rp 150 miliar sehingga pada 2007 akan terbangun sebanyak 6 ribu unit. Rehabilitasi gedung sekolah tahun 2005 dianggarkan Rp 200 miliar, termasuk untuk merehab gedung-gedung sekolah rawan ambruk.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah program peningkatan kesra guru, paramedis, dan pegawai sebesar Rp 1 juta per bulan serta kesra pegawai menjadi Rp 700 ribu per bulan. Untuk kebutuhan tersebut, Pemprop DKI menganggarkan Rp 109,90 miliar.

Alhamdulilah.

A U G I
Sumber: http://www.beritajakarta.com/V_Ind/Berita_Detail.asp?idWil=&nNewsID=14602

Tuesday, October 19, 2004

Karier di Pemprop DKI

Saat ini, 19 Oktober 2004 akan dilakukan pelantikan Pejabat dilingkungan DKI, mutasi meliputi 41 jabatan dan rolling pejabat eselon II, III, dan IV. Pelaksanaan Pelantikan berlangsung di Balai Agung jam 13.00 WIB
Berikut profil Asisten Pembangunan yang baru.

Drs. Y. Hari Sanjoyo Msi.

Perjalanan karirnya tidak bisa dipisahkan dari ilmu ekonomi dan serangkaian masa dinasnya di instasi pemerintah. Bagi pria dengan dua putra ini keberhasilan adalah hasil keseriusan dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya. Demikian jawaban darinya meski ia selalu merendah jika ditanyakan mengenai resep keberhasilannya. Ia selalu melihat kebelakang dengan arif perjalanan karirnya selama 24 tahun, dan menjadikan setiap fase kehidupan ialah perjuangan yang harus dimenangkan. Demikian pula teman sejawat dan bawahan di lingkungan kerjanya menyatakan Hari adalah orang yang ulet dan berdisiplin.

Pria yang baru saja menjabat sebagai Asisten Pembangunan Prop DKI 2004 sebelumnya menjabat Asisten Perekonomian meninggalkan sederet prestasi, terutama saat ia dipercaya sebagai Kepala Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah (BPM & PKUD) Propinsi DKI Jakarta. Hari mengawali karirnya dari bawah. Mulai dari tenaga honorer, pegawai tetap hingga beberapa jabatan penting seperti Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya mulai 22 Oktober 1999 hingga 15 Januari 2001. Masa kepemimpinannya di PD Pembangunan Jaya berjalan dengan lancar. Tidak lama kemudian Jabatan puncak sebagai Direktur Utama kembali ia pegang mulai 15 Januari hingga 11 Oktober 2001 di PT Jakarta Propertindo.

Sekali lagi di posisinya terakhir ini, ia juga menunjukkan kecepatan dan kemandiriannya dalam mengatasi masalah, tanpa perlu orang lain secara khusus membidani. Bagi Hari mengubah sesuatu menjadi lebih baik sudah bagian dari keprofesionalannya. Saat mengenang kinerjanya di di BPM & PKUD, ia mengatakan bahwa yang ia hadapi saat itu merupakan dampak dari kondisi sebelumnya dan ia sudah berusaha mengeliminirnya. Kondisi sebelumnya menunjukkan investmen turun cukup drastis. "Yang datang kemudian adalah kesempatan bagaimana meningkatkan investasi." katanya.


Friday, October 15, 2004

Awal Ramadhan

Alhamdulillah, kita memasuki awal puasa di bulan suci Ramadhan.

Awal yang baik untuk mendapat Rahmat Allah . Hari ini dimulai dengan membaca Indonesian Aerospace yang mendapat Proyek 35 Pesawat CN 235 MPA dari US Coastal Guard bekerja sama dengan CASA, Spanyol. Proyek ini lengkap disebut dengan Integrated Deepwater System. Proyek ini dilanjutkan meliputi fasa ke dua, IDS Acquicition System menjadi Integrated Coastal Guard System. Proyek merupakan kerjasama Lockheed Martin and Northrop Grumman.


"As noted in the National Strategy for Homeland Security, approved by President Bush in July 2002, “The United States asks much of its U.S. Coast Guard, and we will ensure the service has the resources needed to accomplish its multiple missions."

Berbincang mengenai penghasilan dengan Jonathan dan rencana Munggah untuk menyambut puasa dan mencapai Lebaran di Bandung untuk reservasi mengunakan Kereta atau naik Bis. Bila mengingat jumlah penghasilan dan kemungkinan karir di DKI atau mencari penghasilan lain rasanya ingin terbang dari DKI.

Perhitungan dimulai 850.000 dari DKI plus uang representasi dari Dinas Kesehatan Rp. 250.000. Dana yang cukup 1.100.000 untuk hidup sendiri di DKI. Tapi kenapa seolah kehilangan dana sangat besar ?

Karena saya menghitung penjualan 35 CN 235 dengan harga 49 juta dolar, Dengan kurs dolar 9098 total total kontrak penjualan 15,603 Triliun rupiah. Bila bisa mendapatkan kontrak sepertiga atau seperlima, perusahaan mendapatkan 3 hingga 5 triliun rupiah cash. Dana sebesar ini bila menjadi profit 1 Triliun bisa menghidupkan 10.000 karyawan untuk 2 tahun anggaran dengan gaji berkisar 6 hingga 2 juta rupiah.

Sesudah itu, mendapat berita dari www.detik.com. Kaget ketika membaca Defisit Pemerintah USA sebesar 3.800 Triliun Rupiah, perhatian tanda titik di depan angka ribuan. Angka sebesar ini sekitar 316 kali anggaran DKI atau sekitar 14 kali anggaran Pemerintah Indonesia. Bila utang pemerintah RI, sebesar 1000 triliun dibayar tersisa 2.800 triliun. Angka terakhir dibagi anggaran pertahun rata-rata 270 triliun masih tersisa 10 tahun anggaran.Angka sebesar itu terdapat pada neraca anggaran defisit! Tampaknya pemerintah pimpinan George Bush Jr mendapat hentakan keras dan mungkin akan kalah di medio Pemilihan umum 2 November 2004.

Tertarik untuk mencari kerja di tempat lain, Perusahaan Minyak menjadi perhatian sesudah berkorespondensi dengan Budi Indra dari Jerman. Untuk jaminan kesehatan emak dan keluarga di masa mendatang. Mendapat berita baik dari Unocoal, perusahaan pertama sharing kontrak dengan Pertamina sekitar tahun 1968 untuk blok di Sumatra Utara. Perusahaan dengan 91% pegawai indonesia. Utama di Caltex, Unocoal lalu BPPT. Hemmmm.

Bidang IT System Enginer dan IT System Programming menuju System Analis di KPTI cukup menjanjikan tapi sudah terlalu lama di pangkas perlu recovery disamping kemampuan daya ingat. Perlu dipangkas ilalang yang sudah terlalu tinggi di KPTI. Kita harus hati-hati mulai sekarang hingga selesai bulan puasa.

Mencoba dengan gagah berani beserta kekuatan mental dan fisik untuk naik ke lt 14, Ketika sampai di lt 14 tidak dapat menghidupkan power di lantai 14 untuk 4 PC karena belum ada otoritas untuk perhitungan jurnal umum. Trus nanya lokasi Bu Fatimah, Magister UI bidang Kebijakan Publik, ternyata beliau tidak ada di tempat. Akibat bisik-bisik tetangga wah jatuh akibat memory siksaan mr. R.

Sudah lupakan yang lalu buat lembaran baru di DKI atau ke Jerman mencari S2 untuk mendapatkan informasi Ikhlas, Melia. Kebayoran Lama.

Tapi inget janji dengan si Boer, how can I go there, flying without wing.

Alhamdulilahi Rabbil Alamin.